................................................................................02.............................................................................
Belum
lagi aku turun dari mobil, terlihat Bunda berdiri di teras dengan muka
harap-harap cemas yang bisa ku simpulkan bahwa bunda sedang menunggu anak gadis
nya pulang tepat waktu dan berharap tidak terjadi apa-apa di jalan. Ya..itulah
Bunda. Bunda yang selalu cemas kalau aku telat pulang. Bunda yang tiap jam
selalu nelfon hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja.Tapi Bunda tetaplah
Bunda.Sekarang ini Bunda menjalani bisnis butik muslim yang sudah mempunyai
beberapa cabang di Pulau Jawa dan mengharapkan aku untuk meneruskan bisnis nya
kalau aku sudah cukup umur.What??(harus umur berapa sih biar di kategorikan
cukup umur?). Dengan senyuman maut sambil
menyalami Bunda,aku bergegas masuk ke kamar, meletakkan harta berharga
ku(pastinya notebook) dan membersihkan seluruh badan dari pekatnya asap dan bau
polusi di jalan.Maklum,AC mobil yang sedang tidak berfungsi memaksa ku untuk
membuka kaca lebar-lebar. Tidak perlu waktu yang lama untukku membersihkan
badan hingga akhirnya aku dapat menjalankan sholat magrib tepat waktu.